Baru-baru ini saya menerima klien dengan masalah posesif. Selalu merasa ingin mengetahui dan mengontrol pasangannya. Sama seperti kasus-kasus yang lainnya, pada dasarnya sifat seseorang itu seringkali hanyalah bentukan dari suatu trauma dari masa lalu. Bukti bahwa sifat itu adalah bentukan trauma adalah saat klien merasa tidak bisa lagi mengendalikan dirinya sendiri, walau secara sadar tahu bahwa itu salah, namun tetap saja ada dorongan kuat dari dalam dirinya yang menariknya untuk melakukan hal yang sama lagi. Memang setelah digali, didapatkan bahwa ada emosi-emosi tertentu yang terbentuk ketika klien saya ini mengalami benturan akibat lepasnya kekasih dari genggamannya. Kejadian ini membuat klien saya merasa ketakutan akan kehilangan lagi. Perasaan takut inilah yang ternyata selama ini menjadi dasar sifat posesifnya. Sehingga ketika perasaan takut ini sudah dinetralkan (seperti halnya ketakutan phobia yang bisa dihilangkan), maka perasaan tenang sudah ada lagi dalam dirinya. Ini tentunya dengan asumsi bahwa klien saya tidak mengalami lagi trauma yang sama.

Sifat posesif ini jika diterus-teruskan, akan sangat menekan pasangan hidup, alih-alih mendapatkan pasangan, malah sifat ini akan membuat pasangan tidak nyaman dan bisa meninggalkannya. Namun memang yang namanya perasaan itu sering susah dilawan jika tidak mengetahui cara untuk membuangnya.

Setelah dilakukan terapi, klien saya sms seperti ini:

Pa jujur sya si hari ini bsa lakuin aktifitas sya tanpa cemas ini itu lagi atau brpikir negatif shgga jdi posesif.. Sya si seneng gada beban negatif.. Tpi sya mikir ini ada kadarnya ga.. Besok takutnya melemah dan efeknya hilang.. Saya nyaman di posisi skrng..:) tpi ada ktakutan jga kadarnya hilang dan sya berubah lg.. Ini sya enjoy bgt wktu sya sendiri sy ga kesepian.. Tpi apa mngkin jga krena hari ini sya sibuk.. Ini si smpe jam ini status sy I’m really fine:)  

 

 

Disclaimer

*Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Keberhasilan yang satu tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua terapi pasti berhasil 100%, banyak faktor lain yang harus diperhitungkan seperti tingkat sugestibilitas, kepasrahan klien dan ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi.