Dalam salah satu kasus terapi, kembali ditemukan peran orang tua yang sangat berpengaruh.

Masalahnya adalah jika menemui kesulitan, maka bukannya mencari solusi, tapi cenderung takut, sedih dan menangis.

Ketika saya tarik mundur ke akar masalah, ternyata bawah sadarnya membawanya kembali pada masa orang tuanya bertengkar di depan si anak ketika anak masih kecil.

Dalam kasus ini,  suami yang cenderung melakukan kekeraasan terhadap istri sehingga sampai suatu saat sang istri meninggal akibat perbuatan suami.

Saya rasa siapapun akan merasa terpukul jika mengalami ayah yang seperti ini.  Yang tidak disadari orang tua adalah bahwa si anak bisa membawa trauma itu hingga dewasa.

Apa yang terjadi ketika si anak beranjak dewasa dan menghadapi masalah di tempat kerja? Bukannya cenderung mencari solusi, tapi refleknya membawa perasaannya menjadi takut dan mudah sedih dan tertekan.

Apakah anda sebagai orang tua ingin mewariskan hal yang membuat hidup anak anda menderita sampai akhir hayatnya?

Jika tidak, maka cobalah mengerti bahwa trauma yang anda berikan pada anak akan mengubah nasib anak anda untuk selamanya.

Menurut pendapat saya, jika anda tidak tahu cara mendidik anak yang benar, setidaknya janganlah membuatnya menjadi trauma. Walaupun juga tidak boleh memanjakan anak sehingga anak tidak mandiri. Cobalah tidak berlebihan dalam mendidik anak. Tidak terlalu keras, namun tidak terlalu lunak pula.

 

Disclaimer

*Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Keberhasilan yang satu tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua terapi pasti berhasil 100%, banyak faktor lain yang harus diperhitungkan seperti tingkat sugestibilitas, kepasrahan klien dan ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi.