Beberapa tahun yang lalu saya bekerja di suatu lembaga rehabilitasi di Denmark. Tujuan Lembaga sosial ini adalah membantu orang-orang yang mengalami berbagai masalah untuk bisa kembali bekerja.

Diantara pekerja sosial disitu terdapat seorang wanita bernama Gerda yang berumur 59 tahun. Gerda menderita migraine yang cukup parah. Sering kambuh, kurang lebih 3-4 kali seminggu selalu kambuh. Karena penyakit yang sering kambuh ini membuat watak Gerda juga cukup keras terhadap orang-orang di sekitarnya.

Setelah masuk dalam kondisis terapi, bawah sadarnya membawanya ke masa ketika Gerda masih berumur 7 tahun saat dia sedang berada di Hamburg, bermain-main dengan teman sebanyanya. Disitu Gerda memiliki sweater baru, kemudian sweater baru itu jatuh ke genangan air di lubang yang cukup besar bekas bom meledak. Temannya mengait sweater itu, lalu dikembalikan ke Gerda, lalu Gerda bercanda, melempar kembali sweater itu ke lubang, mereka semua tertawa gembira, kemudian temannya kembali mencoba mengambilnya, lalu Gerda melempar kembali dan seterusnya sambil tertawa-tawa sampai suatu saat sweater itu tenggelam dan tidak bisa ditemukan.

Gerda mendadak menjadi sangat takut ayahnya akan marah, sehingga Gerda mengarang cerita kalau sweater itu dicuri oleh temannya. Ayahnya percaya, sehingga Gerda terhindar dari kemarahan si Ayah.

Namun setelah itu mulailah Gerda terserang migrain, ketika bawah sadarnya ditanya apa tujuan Gerda terkena migrain, jawabnya adalah sebagai hukuman atas kebohongannya.

Setelah saya lakukan terapi, migrain itu langsung hilang, dan dua tahun kemudian ketika bertemu kembali, Gerda mengaku kalau migrainnya sudah hilang total.

Disclaimer

*Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah besar kecilnya niat klien untuk sembuh serta ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi secara benar.