Archive

Posts Tagged ‘hipnoterapi’

Bagaimana Sebenarnya Prinsip Hypnotherapy Itu?

Proses terapi dimulai dengan cara memandu klien untuk rileks dan masuk dalam alam tidur ringan. Dimana saat di alam tidur ringan ini, klien bisa bermimpi namun masih bisa mendengarkan suara dari terapist. Alam tidur ringan ini adalah kondisi yang normal yang selalu kita lalui ketika kita hendak tidur, jadi sebetulnya klien bisa melakukan sendiri, yaitu cukup dengan meniatkan untuk tidur.

Nah, dalam alam mimpi ringan ini yang kita sebut kondisi terapi atau deep trance.. terapis melakukan pelepasan emosi-emosi negatif yang terpendam di dalam bawah sadar klien. Dimana emosi-emosi inilah yang selama ini mengarahkan hidup kita. karena kebanyakan tindakan yang kita lakukan sebetulnya banyak dikendalikan lebih oleh emosi atau perasaan dibandingkan dengan pikiran logis.

Contohnya,
1. Saat seeorang merasa depresi dan kawatir.. maka semua keputusan yang dibuat biasanya didasarkan pada rasa kawatir sehingga hasilnya pun cenderung salah dibandingkan dengan orang yang dalam kondisi mental yang “jernih”
2. Saat seseorang memiliki kebencian yang mendalam terhadap seseorang, kecenderungannya apapun yang dilakukan oleh orang yang dibencinya, pasti dianggap salah. sedangkan orang yang sedang jatuh cinta. Apapun yang dilakukan pasangan walaupun salah, akan dengan mudah dimaafkan atau bahkan terlihat tidak salah sama sekali.
3. seorang yang phobia kecoa melihat kecoa yang melintas akan menjerit, sedangkan yang tidak phobia, akan biasa-biasa saja.
4. dll

Selain itu seringkali kita merasa bahwa diri kita adalah satu, tapi sebetulnya diri kita untuk mudahnya bisa dikatakan terdiri dari dua bagian. Yaitu sadar dan bawah sadar (walaupun kalau dibagi lagi, bawah sadar kita masih bisa dibagi-bagi lagi). Seringkali orang merasa bahwa wataknya yang pemarah, pemurung, sukanya main main game, maunya makan terus, itu adalah dirinya secara sadar. Padahal sebenarnya tidak. Sifat-sifat misalnya pemarah dll itu adalah sifat yang dimilik oleh bawah sadar kita. kita bisa merasakannya jika kita cukup aware, misalnya pada saat kita ingin bisa lebih sabar tapi ternyata tetap aja tidak bisa. itu artinya pikiran sadar kita “tidak sejalan” dengan bawah sadar kita.

Proses terapi mengedukasi ulang pikiran bawah sadar kita agar sejalan dengan pikiran sadar kita. jadi tidak benar bahwa proses terapi adalah mengendalikan pikiran klien.

Justru tugas terapis adalah bagaimana membantu agar pikiran bawah sadar klien sejalan dengan pikiran sadar klien sesuai yang diinginkan oleh klien. Karena jika ada ketidaksinkronan antara pikran sadar dan pikiran bawah sadar, maka 99% akan dimenangkan oleh pikiran bawah sadar kita. jadi penting sekali agar pikiran bawah sadar kita mendukung apa yang kita inginkan secara sadar.

Misalnya,
1. Untuk orang yang phobia kecoa, pikiran sadar ingin agar dia tidak takut kecoa, namun pikiran bawah takut pada kecoa. Maka hasil akhirnya tetap saja orang akan menjerit saat ada kecoa lewat walaupun dia sudah berpikir keras bahwa dia tidak boleh takut lagi pada kecoa.
2. Orang yang pengin langsing, di benaknya ingin bisa mengontrol nafsu makannya, namun tidak bisa, karena walau secara sadar ingin, namun bawah sadarnya tidak ingin langsing.
3. secara sadar ingin punya hubungan yang harmonis tapi bawah sadarnya menolak sehingga kalau ketemu maunya berantem terus.
4. dll

jadi intinya terapi pikiran bawah sadar adalah suatu cara untuk membuat pikiran bawah sadar kita selaras dengan pikiran sadar kita. Jadi dalam prosesnya, klien harus bisa menjelaskan apa yang selama ini secara sadar diingikan namun selalu mengalami kegagalan dalam merealisasikannya. Karena kegagalan ini kemungkinan besar adalah disebabkan oleh sabotase pikiran bawah sadar kita sendiri. Tugas terapis adalah mengedukasi ulang pikiran bawah sadar klien agar mau mengikuti kemauan dari pikiran sadar.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes