Dalam salah satu buku yang saya baca, ada satu kasus mengenai gagap. Pasien ini mengaku telah gagap sejak lahir, namun menurut pemikirannya seharusnya tidak ada orang yang dilahirkan gagap. Sehingga ia ingin mencoba diterapi. Dalam kasus tersebut diceritakan bahwa dalam kondisi terapi ditemukan akar masalahnya, ternyata pada umur 3 tahun, si pasien mengalami trauma dengan ayahnya.

Saat itu si anak sedang berada di halaman rumahnya, ayahnya sedang pergi. Si anak melihat anak-anak ayam kecil, dan mungkin karena si anak masih sangat kecil, dia mengira bahwa anak ayam itu adalah bebek-bebek kecil. Dia ingin melihat bebek berenang sehingga si anak ayam yang dikiranya bebek dimasukan ke dalam ember berisi air. Karena ayam tidak bisa berenang, matilah anak ayam itu.

Ketika ayahnya pulang, si ayah marah besar dan memukul si anak dengan keras, dan si ayah melarang si anak untuk menangis. Si ayah berkata, “jangan menangis, semakin kamu nangis semakin keras saya pukul kamu”

Sejak saat itulah mulai si anak ini mengalami problem gagap yang sebenernya merupakan tangisan yang terpendam.

 

Disclaimer

Disclaimer

*Efektifitas hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk setiap orang, ada yang bisa sembuh dengan lebih cepat ada yang butuh waktu terapi yang lebih lama. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah berat ringannya masalah, besar kecilnya niat klien untuk sembuh serta ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi secara benar.