Beberapa hari yang lalu saya menangani seorang klien yang datang dengan keluhan perasaan yang tidak menentu, antara takut dan sedih yang amat sangat. Klien bisa menangis sendiri di rumah tersedu-sedu. Singkat cerita klien bisa mengikuti semua prosesnya dengan sangat baik, klien sangat kooperatif dan mengikuti semua instruksi yang saya berikan dengan tepat. Hasilnya sangat luar biasa, masuk dalam keadaan sedih, keluar sudah bisa tertawa. Saya sebagai terapisnya sendiri ikut salut, karena keberhasilan terapi boleh dibilang 50% juga karena partisipasi dari klien.

Sebagai bahan pembelajaran, seperti biasa, setelah digali, perasaan sedih ternyata berasal dari masa lalu ketika masih remaja pernah ditakut-takuin oleh tantenya dengan mengatakan kalau dia adalah anak pungut, yang sebenernya tidak demikian. Namun apa daya, yang namanya anak memang rentan terhadap trauma, akhirnya disitulah terjadi trauma yang cukup hebat hingga terbawa hingga bertahun-tahun kemudian.

Pelajaran yang bisa diambil adalah jangan sembarangan menakut-nakuti seorang anak, apapun alasannya, karena jika si anak sedang dalam keadaan lemah, maka akibatnya bisa jadi fatal.

Setelah beberapa hari saya coba follow up, hasilnya seperti sms di bawah ini:

Terapis: Halo .. Mau update aja, gimana kabarnya beberapa hari ini setelah terapi? 

Klien: Iya pak … Baik sekali …. Saya lebih semangat lagi pak … Dan mungkin teman saya nanti akan kabarin bapak  untuk appointment … Terima kasih banyak pak atas bantuan nya …


Terapis: Oh syukurlah kalau begitu… usahakan tiap hari atau kalau pas ingat untuk lakukan affirmasi untuk menjadi orang yg selalu bahagia dan bersemangat atau hal-hal positif lainnya. Berdoa juga sangat bagus, krn merupakan salah satu bentuk affirmasi yg dikombinasi dengan aspek spritual.

Klien: Iya pak … Saya sangat bersyukur sekali saya bisa dapat kesempatan untuk bertemu dengan bapak , sehingga saya bisa jadi orang yang lebih baik lagi … Tuhan memberkati bapak dan sekeluarga . Terima kasih …

 

Disclaimer

*Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah besar kecilnya niat klien untuk sembuh serta ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi secara benar.