Setiap Hari Sebenarnya Kita Dihypnosis

Orang kebanyakan berpikir bahwa kalau dihipnosis itu harus dalam kondisi diterapi, tapi sebetulnya tidak seperti itu. Tanpa sadar sebenarnya kita selalu dihipnosis oleh lingkungan kita.

Misalnya pada saat kita sedang nonton TV, iklan selalu ditayangkan berulang-ulang, sampai akhirnya tanpa sadar iklan itu masuk dalam bawah sadar kita dan menjadi program otomatis di pikiran sadar kita. Coba aja test ke diri sendiri dan teman sekitar, kalau mau beli cola merk apa? Kalau mau beli hp merk apa? Mau beli pembalut wanita merk apa? Mau beli air mineral merk apa? merk Mie apa yang paling anda ingat? Jawabannya pasti kurang lebih sama. Ini adalah salah satu bentuk self hypnosis yang tidak disadari.

Mengapa bisa begitu, karena salah satu cara untuk bisa masuk dalam bawah sadar seseorang itu adalah dengan melalui repetisi dan paling efektif jika dilakukan dalam kondisi trance atau kondisi hipnosis.

Jadi apa yang bisa kita petik manfaatnya bagi kita sebagai manusia? Selalu lah mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang baik dan berguna. Terutama untuk anak kecil dimana anak kecil itu sebenarnya bawah sadarnya masih sangat terbuka, itulah sebabnya anak kecil bisa memiliki teman imaginasi. Karena salah satu ciri kondisi orang dalam keadaan trance adalah positive halusinasi. Pada saat deep trance, bawah sadar seseorang bisa dengan mudah dipengaruhi. Anak kecil sering sekali keluar masuk kondisi trance tanpa dia sadari. Jika pada saat kondisi trance kita masukan suatu sugesti yang negatif, misalnya “kamu memang anak bodoh dan nakal”. Jadilah dia seperti apa anda ucapkan karena ingatan yang paling kuat di bawah sadar dia adalah “bodoh dan nakal” sehingga kalau ditanya kamu anak yang apa? Jawaban refleksnya adalah: bodoh dan nakal dan seterusnya anak ini akan jadi anak yang bodoh dan nakal sampai ada orang yang bisa mencabut program negatif itu dari bawah sadarnya dan mengisinya dengan hal yang lebih positif. Orang bilang ini mirip kutuk. Mungkin saja benar, kutuk yang tidak disadari.

Jadi hati-hatilah anda mencerna informasi negatif ataupun dalam memberikan informasi negatif ke anak Anda. Gunakanlah kata-kata positif, itu lebih aman. Daripada berkata “kamu jangan nakal”, kenapa tidak kita ubah menjadi “jadilah anak yang baik”.

Leave a Comment