Semua Orang Sebenarnya Telah Menghypnosis Orang Lain

Pendapat saya ini saya dapatkan dari pengamatan pada klien, karena menurut definsi terapi bawah sadar yang saya pakai, adalah terbypassnya critical factor/pikiran sadar sehingga bisa mempengaruhi pikiran bawah sadar. Bila pikiran bawah sadar bisa dipengaruhi, maka sebenarnya sudah terjadi proses terapi.

Nah mengapa saya mengatakan kita semua bisa menterapi? Karena dari pengamatan saya, klien-klien saya memiliki masalah dimana akar masalahnya adalah bawah sadar mereka terpengaruh oleh hal yang “tidak baik” di masa sebelumnya, dalam bentuk trauma yang bisa disebabkan oleh orang tua, teman, guru ataupun orang-orang lain di lingkungan sekitar kita. Nah jika trauma itu menyebabkan perubahan perilaku, sebetulnya itu sudah suatu proses terapi, hanya sayangnya yang terjadi kadang adalah perubahan secara “negatif” dan para “penterapi” itu tidak menyadari apa yang mereka lakukan telah menyebabkan perubahan negatif pada bawah sadar yang pada ujungnya menyebabkan perubahan perilaku. Jadi mereka melakukannya dengan tidak sengaja.

Lalu apa bedanya dengan terapis? Seorang terapis mampu dengan sengaja untuk mengedukasi ulang bawah sadar seorang klien, tentunya atas persetujuan klien, dengan cepat dan efektif dan mampu meng-uninstall bekas pengaruh negatif yang telah dilakukan orang lain baik dengan sengaja maupun tidak.

Belaja dari pengalaman ini, kita perlu berhati-hati dengan apa yang kita lakukan, jangan sampai kita secara tidak sengaja telah “menterapi” seseorang khususnya anak-anak kita untuk hal-hal yang negatif. Bagaimana caranya? selalu berkata-kata dan bertindak secara positif. Gunakan selalu kata-kata positif. Karena bawah sadar kita agak sulit untuk mencerna kata negasi contohnya “jangan nakal”, yang teringat cenderung kata “nakal”nya.

Leave a Comment