Cara Menjadi Wanita Dewasa | Klinik Hipnoterapi Jakarta

Search Results for: cara menjadi wanita dewasa

Darcy adalah seorang wanita berumur 30an yang cukup menarik. Dia datang kepadaku dengan masalah takut bicara di depan umum, secara spesifik di dalam kelas bahasa Perancis. Dia mengatakan walaupun dia sudah hapal, namun setiap kali di depan kelas, pikirannya menjadi blank, rasanya ingin menangis, frustasi dan panik.

Dalam kondisi terapi ditemukan bahwa ada bagian dari pikiran Darcy yang tidak suka berada di antara banyak orang, pikiran ini takut tentang bagaimana reaksi orang-orang di sekitarnya nanti dan berpikir bahwa semuanya akan gagal. Kami memberikan edukasi pada bagian dari pikiran Darcy ini untuk bisa tumbuh menjadi lebih dewasa.

Beberapa minggu kemudian Darcy melaporkan bahwa presentasinya berjalan dengan lancar dan sukses, tidak ada lagi panik, dalam prsentasinya dia merasa sangat calm dan relax, presentasi yang sangat sukses katanya.

Tiga minggu kemudian Darcy melaporkan bahwa semua masih berjalan dengan lancar, dia berkata, terapimu benar-benar telah sangat membantu dan banyak hal yang membuat saya heran akan perubahan yang terjadi. Sebagai contoh, saya mendadak ditunjuk sebagai kepala suatu komite dan diminta langsung memberikan pangarahan. Biasanya saya akan langsung merasa kaku dan tidak tau harus bicara apa dan mencoba mencari alasan untuk tidak mendapat tugas seperti ini, tapi kali ini saya bisa dengan sangat santai dan lancar memberikan presentasi meskipun pada orang-orang yang tidak saya kenal.
.

 

Disclaimer

*Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Keberhasilan yang satu tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua terapi pasti berhasil 100%, banyak faktor lain yang harus diperhitungkan seperti tingkat sugestibilitas, kepasrahan klien dan ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi.

Dari proses pencarian akar masalah,  sering sekali ditemukan faktor orang tua yang menjadi penyebab trauma.

Walaupun orang tua tidak secara langsung bertujuan membuat trauma pada anaknya, namun tingkah laku orang tua yang tidak harmonis sangat sering mengakibatkan trauma pada anak.  Tampaknya umumnya pada anak wanita.

Trauma ini dibawa hingga si anak dewasa dan mempengaruhi hidupnya.

Salah satu contoh real adalah trauma akibat orang tua selingkuh dan diketahui oleh anak, dapat membuat watak anak menjadi keras. Mengapa demikian, karena setelah digali dalam alam bawah sadarnya, bawah sadarnya membuat hati si anak menjadi keras. Tujuan bawah sadar selalu baik, walau caranya tidak selalu tepat. Mengapa hati perlu dibuat keras? karena supaya tidak terkena trauma  lagi.

Namun apa efeknya? efeknya si anak hingga dewasa, cenderung berwatak keras dan menjaga jarak dengan rekan-rekannya. Akhirnya sulit mendapatkan pergaulan yang luwes atau sulit bersosialisasi. Ujung-ujungnya mendapat kesulitan dengan rekan kerja, akhirnya karir kerjanya juga  menjadi terhambat.

Jadi para orang tua, jika Anda sekalian benar-benar sayang pada anak anda, jagalah sikap Anda.  Karena sikap Anda dapat mempengaruhi nasib anak anda dan nasib anda sendiri di kemudian hari.

Jika anak anda bermasalah, mungkinkan anak anda bisa membantu anda kelak ketika anda sudah tua? saya rasa tidak. Tapi kalau anak anda sukses, bukankah itu akan menguntungkan anda sendiri sebagai orang tua? Itulah mungkin yang disebut karma.

 

Disclaimer

*Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Keberhasilan yang satu tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua terapi pasti berhasil 100%, banyak faktor lain yang harus diperhitungkan seperti tingkat sugestibilitas, kepasrahan klien dan ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi.

Luka batin adalah salah satu bentuk trauma yang dialami oleh banyak orang. Umumnya hampir semua orang pernah mengalami luka batin (dengan kadar yang berbeda-beda dari ringan sampai sangat berat) suatu saat dalam masa hidupnya, baik terjadi saat usia kecil, remaja, dewasa maupun usia tua.
Berat ringannya luka batin yang dialami seseorang sangat relatif dan sangat tergantung bagaimana pemaknaan seseorang terhadap peristiwa atau situasi dan kondisi yang dialaminya.
Luka batin yang ringan umumnya dapat memudar dan sembuh dengan seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kesadaran seseorang. Namun luka batin yang mengandung muatan emosi yang sangat berat, umumnya akan terus dirasakan dalam diri seseorang dan menyiksa orang tersebut.

Luka batin yang umum terjadi yaitu antara orang tua dan anak, misal anak kurang ajar terhadap orang tuanya sehingga orang tuanya sakit hati, atau sebaliknya, anak yang mau dibuang oleh orang tuanya atau anak yang merasa tidak disayang oleh orang tuanya. Antar pasangan, baik yang masih dalam taraf pacaran ataupun sudah suami istri. Sesuai dengan namanya luka batin, perasaan yang umumnya dirasakan orang yang menderitanya adalah antara lain: terluka, sakit hati, benci, dendam, kemarahan yang luar biasa, dan perasaan-perasaan sejenis yang mengandung muatan emosi kuat.
Luka batin umumnya terjadi saat seseorang merasa diserang atau dilukai citra dirinya atau harga dirinya. Saat seseorang merasa orang lain menyerangnya (secara fisik atau mental) baik ini sungguh-sungguh terjadi maupun hanya menurut persepsinya dan terkena harga dirinya, maka secara otomatis akan timbul suatu pemaknaan pada diri orang yang terkena tersebut (entah merasa direndahkan, dihina, tidak dihargai, dikhianati), dan pemaknaannya menghasilkan emosi-emosi negatif yang kuat perasaan. Luka batin umumnya terjadi saat seseorang masih kecil dan kemudian luka batin tersebut akan menjadi makin kuat karena seseorang mengalami peristiwa-peristiwa yang oleh pikiran bawah sadarnya dikelompokan sebagai sesuatu yang dianggap mirip dengan peristiwa awal penyebab luka batin sehingga emosinya jadi makin kuat (snowball effect atau efek bola salju). Perasaaan-perasaan ini bisa sedemikian kuatnya sehingga seseorang merasa sangat tersiksa.

Hipnoterapi adalah salah satu cara yang efektif untuk mengatasi luka batin. Emosi-emosi negatif tersebut timbul karena pemaknaan seseorang akan situasi dan kondisi yang dialaminya, melalui hipnoterapi emosi-emosi negatif yang timbul tersebut dapat dilepaskan dan kemudian pikiran bawah sadarnya bisa diedukasi ulang atau dilakukan pemaknaan ulang dengan sudut pandang yang berbeda terhadap peristiwa yang dialami seseorang tersebut, sehingga setelah terapi, memori atau ingatan akan peristiwa tersebut tidak lagi menimbulkan emosi negatif  pada diri seseorang.

salah satu contoh kasus terapi luka batin :

Seorang wanita muda yang dalam waktu 3 minggu terakhir merasa sangat bosan hidup dan ingin mengakhiri saja hidupnya karena merasa sakit hati terhadap ayahnya yang diketahuinya pernah mau membuang dirinya (luka batin). Wanita ini juga mempunyai kebiasaan, bila mengalami kegagalan dalam hidupnya, dia akan menyayat pergelangan tangannya untuk menghukum dirinya sendiri (bukan untuk bunuh diri). Selain itu ada rasa sakit dan mengganjal yang sangat mengganggu dirasakannya di dada dan lehernya, dimana rasa sakit ini bukan berasal dari kelainan atau gangguan fisik karena sudah beberapa kali diperiksakan ke dokter.

Saat terapi dilakukan, didapati rasa sakit hati yang sangat kuat yang membuatnya bosan hidup berasal saat dia kelas 1 SD dimana tantenya mengatakan kepadanya bahwa ayahnya mau membuang dirinya. Wanita ini merasa bahwa dirinya begitu tidak berharga dan merasa tidak layak dicintai sehingga ayahnya sendiri mau membuang dirinya (perhatikan bahwa luka batin ini berhubungan dengan harga diri yang terluka, yaitu tidak dicintai dan mau dibuang).

Disini klien mengekspresikan dan melepaskan energi negatifnya yang telah ditahannya begitu lama (melepas emosi negatifnya dengan cara tertentu yang aman dan memang harus dilakukan klien karena emosi-emosi negatif tersebut sangat menyiksanya). Setelah emosi-emosi negatifnya seluruhnya sudah dilepaskan dengan teknik tertentu, kemudian dilakukan pemaknaan ulang terhadap peristiwa yang dialaminya tersebut, pembelajaran ulang di pikiran bawah sadarnya untuk meningkatkan kebijaksanaan dan kesadarannya, sehingga singkat kata klien bisa menerima peristiwa tersebut dan bisa menerima dan mengahargai dirinya sendiri apa adanya (self acceptance), dimana bisa menerima diri apa adanya dan merasa nyaman dengan diri sendiri dan merasa diri berharga adalah kunci dari citra diri yang baik. Dan peristiwa tersebut (waktu klien tau bahwa dirinya pernah mau dibuang ayahnya) saat diingat kembali sudah tidak menimbulkan perasaan apapun pada diri klien, datar dan netral saja. Klien juga mengalami peningkatan kebijaksanaan, peningkatan kesadaran dan banyak belajar dari rasa sakit yang sudah dialaminya tersebut dan sangat termotivasi untuk menjalani hidupnya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang sudah dibuatnya.

Berikut adalah jawaban dari klien saat saya tanyakan perkembangan keadaannya beberapa hari setelah terapi.

‘Halo pak , Terima kasih banyak atas doa, bantuan, dan dukungannya pak. Saya sangat menghargainya…=) Alhamdulillah perasaan sakit di dada dan leher sudah hilang pak (lega sekali rasanya). Program yang kemarin di set sewaktu terapi perlahan-lahan mulai bekerja dan membuat saya lebih ringan menjalani hidup. Tidur saya juga sudah tidak bermasalah lagi, bisa nyenyak, tidak sering terbangun, dan tidak mengalami mimpi  buruk. Saya merasakan banyak perubahan positif setelah menjalani hypnotherapy…Alhamdulillah… Saya juga berterima kasih banyak kepada bapak. Melalui bapak, Tuhan
menitipkan bantuanNya untuk saya.
Semoga Tuhan memberikan kebaikan yang berlipat-lipat untuk bapak dan
keluarga… Semoga bapak juga selalu diberikan kesehatan dan perlindungan
sehingga tetap bisa menjalankan pekerjaan mulianya…

Saya akan memberikan kabar ke bapak mengenai perkembangan saya ke
depannya. Oh iya pak, saya ingin memberikan testimony seandainya bapak
memiliki blog… share experiences and information to other… saya
yakin di luar sana ada orang yang membutuhkan bantuan dan sedang
mencari-cari informasi, seperti saya kapan hari pak.. =)

 

Disclaimer

*Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Keberhasilan yang satu tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua terapi pasti berhasil 100%, banyak faktor lain yang harus diperhitungkan seperti tingkat sugestibilitas, kepasrahan klien dan ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi.