Penyakit kulit yang tidak kunjung sembuh..

Bertahun-tahun yang lalu saya menerima seorang klien, sebut saja namanya Iman. Pak Iman berasal dari Daerah Nusa Tenggara Barat. Beliau menderita penyakit kulit yang disebut psoriasis. Jadi pada momen momen tertentu kulitnya akan memerah, kering dan mengelupas kadang gatal dan nyeri. 

Pak Iman pergi ke dokter kulit beberapa kali dan berbeda beda dokter. Namun tidak kunjung sembuh.. Akhirnya salah satu dokter kulit menyimpulkan bahwa gejala psoriasis yg dialami beliau diakibatkan oleh stress.. Karena gejala tersebut umumnya muncul ketika pak Iman sedang tertekan.. 

Akhirnya beliau menghubungi saya untuk mengatasi permasalahannya. 

Saat sesi hipnoterapi, muncul berbagai momen momen spesifik traumatis beliau di masa kecil. Antaranya karena keadaan keluarga, di usia 2.5 th Iman kecil sudah dibawa menyebrang pulau untuk tinggal bersama saudara ortunya. Di keluarga tsb Iman kecil sering sekali kena marah dan pukulan karena hal-hal yang dianggap kesalahannya dan saat menanamkan nilai nilai kehidupan yang dianut keluarga tsb. Setelah beberapa tahun di keluarga tersebut, sekitar masa SMP Iman remaja pindah ke keluarga orang tuanya yang lain. Di keluarga tersebut Iman remaja mengalami perlakuan serupa, banyak momen momen spesifik dimana dia terkena pukulan dan kemarahan dari proses tumbuh kembang di keluarga tersebut. 

Pada masa sekitar SMA barulah Iman remaja tinggal bersama ibunya.

Trauma-trauma yang dialami pak Iman dari masa kecil tersimpan di area memori di alam bawah sadarnya, dan dalam perjalanan kehidupannya yang selanjutnya banyak momen momen yang dialami memicu kenangan akan trauma-trauma tersebut.

Emosi-emosi negatif tersebut lambat laun mempengaruhi kerja organ organ tubuhnya dan otaknya yang terus menerus merasa dalam keadaan bahaya terus menerus mengeluarkan hormon hormon stress untuk mempertahankan diri, dan munculah gejala psoriasis tersebut.

Setelah menjalani 3 sesi hipnoterapi pak Iman kembali ke kampung halamannya di Nusa Tenggara Barat dan melaporkan perkembangannya. 

Kurang lebih beliau mengabarkan bahwa keadaan kulitnya membaik seiring dengan ketenangan batin yang diraihnya. Bahkan pak Iman mengabarkan bahwa 1 bulan setelah terapi dia mendapatkan pacar. Hal ini merupakan efek samping positif hasil terapi yang luar biasa baginya karena sampai usia sekitar 27 tahun saat datang terapi, beliau belum pernah pacaran karena ada rasa rendah diri mendekati lawan jenis akibat citra diri negatif yang terbentuk dari trauma traumanya. Meskipun mungkin belum tuntas sama sekali akibat banyaknya trauma di masa kecil pak Iman, namun keadaannya sudah sangat berbeda secara positif dibandingkan keadaannya sebelum terapi.