Paranoid/ketakutan yang tidak beralasan

Kemarin lusa saya baru saja menangani seseorang anak muda yang merasa ketakutan untuk suatu hal tertentu (maaf tidak bisa saya jelaskan disini karena etika kerahasiaan klien). Namun satu hal yang jelas, ketakutan tersebut jika dipandang dari sisi orang normal adalah tidak beralasan, namun bagi klien, hal itu tampak begitu real dan sangat mengganggu kehidupannya sehingga tidak bisa konsentrasi untuk belajar. Dan setelah diusut punya usut di pikiran bawah sadar, ternyata masalahnya sepele, hanya karena dulu pernah ditakut-takuti oleh temannya dan kemudian ketakutan tersebut diperkuat dengan suatu kejadian yang makin memperkuat ketakutannya. Sehingga akhirnya pikirannya terus mengarah ke hal itu dan jadilah yang orang sebut paranoid. Akhirnya setelah diproses dalam pertemuan pertama, hari berikutnya klien ini sms seperti ini:

“Pak saya mau numpang tnya . Saya sudah rada tidak kpkiran lgi. Apa ini efeknya? Apa bsa timbul lgi ato gmna? apa yang hrs saya lakuin biar prasaan itu smua gak timbul lgi pak? Tq”

ya inilah kalau terapi berjalan lancar, terkadang klien suka heran sendiri, hal yang ditakuti sudah hilang, malah timbul ketakutan baru kalau timbul lagi bagaimana. Saya bilang kalau sudah hilang ya udah jangan dipikirin, disyukurin saja, tinggalkan masa lalu dan fokuskan pikiran ke masa depan. gitu aja kok repot 🙂

Namun satu hal yang bisa dipelajari dari sini adalah bahwa jangan sembarangan bicara sesuatu yang bikin takut yang tidak punya dasar yang jelas. karena kalau kebetulan masuk ke bawah sadar dan ada peristiwa lain yang memperkuat, maka bisa repot. Misalnya kalau anak ditakut-takuti kalau makanan tidak habis nanti ada wewe yang keluar dari korden, kalau kebetulan nanti si anak lagi makan sendiri dan kebetulan ada angin kencang yang biki kordennya bergerak, yang sebetulnya tidak ada hubungannnya, bisa diterjemahkan pikiran bawah sadarnya bahwa yang ditakuti betul-betul terjadi.

 

Disclaimer

*Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Keberhasilan yang satu tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua terapi pasti berhasil 100%, banyak faktor lain yang harus diperhitungkan seperti tingkat sugestibilitas, kepasrahan klien dan ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi.

Leave a Comment