Manfaat Hypnotherapy Untuk Menghilangkan Mental Block

Rasanya pertanyaan ini sering sekali muncul akhir-akhir ini. Kalau dari sudut pandang pikiran, karena apa yang diberikan dalam bentuk seminar itu tidak masuk dalam bawah sadar atau kalaupun mau masuk, ditolak oleh alam bawah sadar kita karena di dalam bawah sadar kita sudah tertanam program yang lebih kuat. Sedangkan orang yang mungkin kelihatannya engga ikut seminar apa-apa malah sukses, malah jadi bos kita dan membiayai kita untuk seminar sana-sini. Coba Anda perhatikan, orang-orang yang ikut seminar biasanya adalah orang-orang yang memiliki masalah di bidang yang sama dengan yang diseminarkan. Orang-orang yang sudah tidak memiliki masalah biasanya sudah tidak ikut seminar-seminar lagi.

Misalnya, sudah ikut seminar bagaimana untuk menjadi sales yang hebat. Mengapa ada orang yang berhasil setelah ikut seminar itu dan ada yang tidak berhasil?
Bagi yang tidak berhasil kemungkinannya adalah dia tidak benar-benar menghayati sampai diterima bawah sadar. Atau ditolak oleh bawah sadar, bagaimana bawah sadar menolaknya? Bayangkan bagaimana bawah sadar bisa menerima seminar untuk menjadi sales yang hebat bila bawah sadar Anda berkata pekerjaan sales adalah memalukan atau kurang bergengsi? Walaupun ikut seminar, orang yang punya bawah sadar seperti itu pasti tidak akan bisa beranjak untuk mencari klien, mungkin belum ketemu klien aja sudah gemetar. Contoh lain ikut seminar kiat-kiat mencari pasangan hidup yang tepat misalnya, bagaimana bisa sukses kalau bawah sadarnya trauma pada perkawinan, mungkin karena melihat perkawinan orang tuanya yang mungkin suka berantem atau (maaf) kawin cerai? Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang mirip. Kita menyebutkan sebagai ada mental blok.

Kesimpulannya, bila di dalam diri Anda masih terhadap mental blok, akan lebih sulit (bukan berarti tidak bisa) untuk bisa merubah diri Anda. Anda harus berusaha dengan lebih keras dan lebih lama. Tergantung sekuat apa mental blok Anda.

 

Disclaimer

Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Keberhasilan yang satu tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua terapi pasti berhasil 100%, banyak faktor lain yang harus diperhitungkan seperti tingkat sugestibilitas, kepasrahan klien dan ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi.