Artikel

Tips menasehati pada anak

Masa-masa kecil adalah masa yang sangat krusial dalam pembentukan mental. Para orang tua harus sangat memperhatikan masalah ini dengan baik. Tidak hanya harus menjaga ucapan dan tindakan agar anak tidak mengalami trauma, tapi sugesti-sugesti positif sangat penting dilakukan di usia dini. Namun sugesti positif juga harus diberikan dengan porsi yang pas. Ada jenis orang tua yang sangat kawatir anaknya akan susah sehingga menerapkan disiplin yang sangat ketat dengan sugesti-sugesti yang penuh kekawatiran, hal ini juga dapat ditangkap oleh alam bawah sadar si anak sehingga ada kemungkinan di kemudian hari, si anak akan tumbuh menjadi orang yang juga penuh kekawatiran akan kehidupannya.

Ada pula orang tua yang sangat santai dalam mendidik anak, bahkan terlalu cuek, segala sesuatu yang dilakukan oleh anak dibiarkan saja. Itupun tidak baik karna si anak akan memiliki bawah sadar yang kosong, sehingga akan rentan dipengaruhi oleh lingkungan, dimana kita tidak dapat mengontrol masuknya sugesti buruk dari pergaulan lingkungan yang salah.

Sehingga kesimpulannya, didiklah anak anda dengan kasih sayang, berilah nasehat-nasehat yang berimbang sehingga si bawah sadar si anak tidak kosong, namun juga tidak penuh ketakutan. Misalnya nasehatilah anak untuk rajin belajar, rajin bekerja, namun juga boleh rileks bila memang saatnya untuk bermain. Ibarat uang dengan dua sisi.  Jadilah anak yang baik namun juga harus bisa melihat kebaikan seperti apa yang boleh dilakukan, sehingga si anak tidak akan terdorong memberikan kebaikan secara membuta dan kemudian dimanfaatkan oleh orang yang tidak beranggung jawab. Ibarat mata uang, haruslah lengkap dua sisi agar dapat berfungsi baik.

Hipnoterapis

Menjadi hipnoterapis adalah suatu panggilan hidup. Hipnoterapis harus bisa membantu klien dengan sepenuh hati. Harus bisa memahami klien dengan sabar, mendengarkan keluhan keluhan klien tanpa harus ikut terbawa emosi. Menjadi hipnoterapis tidaklah mudah, harus memiliki passion untuk melayani. Karena masalah mental tidaklah seperti masalah fisik. Kesabaran dalam mendengarkan permasalahan klien yang beragam sangat dibutuhkan. Karena itu sebelum anda memutuskan menjadi seorang hipnoterapis, yakinkalah diri Anda apakah Anda sanggup mendengarkan keluh kesah klien Anda dengan sabar dan menguraikan benang kusut kehidupannya dengan sabar pula.

Pola Berulang

Apa yang dimaksud dengan pola berulang?

Pola berulang adalah suatu keadaan atau peristiwa dimana kita pernah mengalaminya di masa lalu dan sekarang berulang. Tentang pola berulang ini bisa disadari maupun tidak.

Pola berulang yang akan banyak kita bahas disini adalah pola berulang dalam hal negatif seperti : sakit penyakit, kebangkrutan, orang-orang yang kita rasakan tidak nyaman saat berinteraksi dalam waktu yang panjang (hal ini biasanya tidak disadari sebagai pola berulang), terjadi perselisihan dengan teman sehingga ditinggalkan, dan lain-lain.

Mengapa ada pola berulang ini dalam kehidupan seseorang?

Hal ini disebabkan adanya hukum-hukum alam semesta seperti hukum Law of Attraction atau hukum tarik menarik. Hukum ini bekerja merespon vibrasi energi pikiran dan emosi baik positif maupun negatif yang dipancarkan manusia saat mengalami suatu peristiwa.

Law of Attraction adalah hukum yang banyak dikenal dan digunakan orang untuk menarik bentuk kehidupan yang diinginkan.

Namun yang banyak belum atau kurang disadari adalah bahwa, yang dimaksud vibrasi pikiran dan emosi yang direspon hukum semesta tersebut bukanlah hanya vibrasi yang disadari dan dengan sengaja kita pancarkan. Namun vibrasi sejak kita kecil waktu alami peristiwa-peristiwa menyenangkan maupun tidak juga akan direspon oleh hukum tersebut dan dihadirkan kembali situasi kondisi seperti yang pernah kita alami tersebut.

Beberapa contoh pola berulang yang saya temui di dalam kasus-kasus terapi :

Cerita tentang seorang remaja yang mengalami pola berulang peristiwa-peristiwa kurang nyaman dalam pertemanan. Jika berteman dia selalu memberikan kepercayaan penuh pada temannya, namun sering terjadi kepercayaannya dikhianati. Misal cerita yang dia share ke teman dekat sebagai cerita pribadi yang hanya boleh didengar temannya mendadak tersebar luas. Juga misalnya dia mempercayai temannya dalam hal tertentu, tau tau dia hanya dimanfaatkan temannya. Akar masalahnya adalah disuntik dokter waktu TK. Lho apa hubungannya? Jadi diperistiwa waktu usia TK tersebut,dia diperiksa suster dan suster bilang, ‘dik suster cuma mau periksa, engga akan disuntik kok’ si anak percaya sepenuhnya dan memberikan tangannya kepada suster, dan dia diajak bicara oleh orang tua dan dokter di sisi lain. Dan tau tau suster menyuntik tangannya. Si Anak kesakitan, kaget dan salah satu pemikiran serta emosi paling kuat dan dominan adalah merasa dibohongi padahal sudah percaya sepenuhnya. Vibrasi pemikiran dan emosinya direspon hokum Law of Attraction dan mendatangkan kembali situasi kondisi serupa dimasa depannya. Vibrasi pemikiran dan emosinya menyebabkan dia menarik situasi kondisi, dan orang-orang yang serupa dengan pemikiran dan emosinya saat terjadi peristiwa di masa TK tersebut.

Contoh lainnya tentang seoran klien wanita yang risau menghadapi anak remaja prianya yang semakin lama semakin emosional. Waktu dia menceritakan riwayat hidupnya saya langsung bisa membaca pola berulang yang dialaminya dalam kehidupannya.

Dia baru bercerai dari suaminya, suaminya sering melakukan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), juga pemakai narkoba dan kecanduan judi. Di masa kecilnya klien ini waktu masa TK selama 2 tahun dititipkan ke kakak ayahnya karena ayah ibunya sangat sibuk bekerja. Kakak ayahnya ini sering bertengkar dengan istrinya dan melakukan KDRT juga dan pecandu judi.. Si anak tidak betah disitu, dia ingin pulang namun ayah ibunya belum bisa menerimanya kembali karena masih terlalu sibuk bekerja. Dua (2) tahun hiidup bersama kakak ayahnya, pikiran bawah sadarnya menyerap semua perilaku kakak ayahnya sehari-hari. Emosi negatif dan pemikiran negatif (takut, ingin pulang namun tidak bisa) karena peristiwa sehari-hari tentang perilaku dan gambaran perilaku kakak ayahnya divibrasikan terus menerus dan kemudian hokum alam semesta Law of Attraction menghadirkan kemballi situasi kondisi dan figur orang yang penting dalam masa hidupnya waktu kecil, yaitu suaminya. Suaminya,suka berjudi dan juga melakukan kekerasan fisik dan mental.

Bukan itu saja, bahkan apa yang dia alami setelahnya d

imasa kecil, yaitu adik laki-lakinya yang iri terhadap dirinya karena dirinya sangat disayang ayah ibunya (setelah kembali kerumah), terulang kembali dalam kehidupan anak-anaknya saat ini. Mantan suaminya sering memukuli anak laki-lakinya, dan cenderung lebih menunjukan kasih sayang kepada anak perempuannya, sehingga anak laki-lakinya sangat iri kepada kakaknya. Ini persis merupakan gambaran dari perasaan adik laki-lakinya yang iri kepada dirinya. Dan ada beberapa kemiripan lain di kehidupannya saat ini dengan apa yang dialaminya dimasa lalu dengan orang-orang yang berbeda namun menghasilkan pola pemikiran dan emosi yang sama.

Pola berulang lain lagi, tentang seorang klien yang sering gonta ganti kerjaan. Waktu dia menuturkan cerita hidupnya, saya menangkap suatu pola berulang bahwa beberapa kali dalam hidupnya ada tugas atau sesuatu yang seharusnya diselesaikan namun tidak selesai. Misal : kuliah tidak selesai, SMA pindah lebih dari 2 kali, les bahasa Inggris tidak berjalan sampai jauh. Setelah ditelusuri ternyata bahwa semua ini diakibatkan setiap menemui hambatan dia merasa tidak bisa mengatasinya dan memilih menghindar.

Sadari dan pahami sejarah hidupmu

Sejarah hidup kita menentukan nilai-nilai kehidupan dan sistem kepercayaan (karakter) yang terbentuk. Sejarah hidup artinya pola asuh yang diterapkan orang tua, pengasuh, guru, teman dan orang sekitar kita saat kita kecil, dan itu terkait nilai dan belief system keluarga, suku dan budaya serta negara tempat kita dilahirkan.

Dalam perjalanan seorang anak yang tumbuh menuju dewasa, banyak interaksinya baik dengan orang tua, saudara, keluarga, guru, teman-teman dll memberikan banyak andil dalam pembentukan value (nilai – nilai kehidupan) , belief system dan aturan-aturan kehidupannya.

Ada 4 komponen pembentuk utama value, belief system dan traruma di pikiran bawah sadar manusia yaitu :

1. Repetisi

Ketika di masa kecil suatu nasihat disampaikan atau suatu peristiwa terjadi berulang-ulang, maka akan tertanam menjadi nilai kehidupan atau belief system. Demikian juga suatu perilaku yang dilihat seorang anak berulang-ulang akan diikuti dan dijalankan dalam hidup.

Contoh: seorang anak yang sering melihat ibunya memaki orang : ‘goblog’ disertai emosi ibunya yang intens, maka kelak hal tersebut akan jadi perilaku anak tersebut juga.

2. Lingkungan

Nilai-nilai kehidupan dan sistem kepercayaan yang berlaku dan berjalan di lingkungan tempat seorang anak tumbuh berperan penting menjadi nilai kehidupan dan sistem kepercayaannya juga.

Contoh : ketika seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang percaya sepenuhnya bahwa kalau kejatuhan cicak adalah pertanda bahwa akan terjadi hal buruk (karena orang-orang di sekitarnya mengatakan hal tersebut), maka ketika dirinya kejatuhan cicak dia akan ketakutan dan mencoba menerka-nerka peristiwa buruk apa yang akan terjadi padanya dan berusaha mengantisipasinya.

3. Kondisi emosi yang intens

Setiap peristiwa yang terjadi dan disertai emosi yang intens (baik itu emosi positif maupun negatif) akan mengakibatkan peristiwa tersebut beserta pikiran, perilaku serta emosinya akan berperan penting dalam kehidupannya dan terus dijalankan walaupun pikiran sadarnya tidak mengingatnya.

Contoh : misal seorang anak dimarahi orang tuanya, emosi kemarahan orang tuanya membuatnya ketakutan, lalu secara otomatis perilakunya adalah menunduk menghindari tatapan mata karena pemikiran spontannya adalah lebih aman berperilaku seperti itu, maka perilaku tersebut akan terus terjadi setelahnya setiap kali dia dimarahi. Setiap dia dimarahi maka yang terjadi pikiran bawah sadarnya akan mengarahkan kepada suatu memori awal ketika dia dimarahi beserta perilakunya yang menunduk untuk cari aman karena rasa takutnya (tentu saja pikiran sadarnya tidak menyadari semuanya itu, itu adalah perilaku spontan).

4. Figur otoritas

Bagi bayi dan anak-anak, figur orang tua, guru, teman-teman yang lebih besar atau lebih populer atau lebih pintar atau lebih kuat adalah figur otoritasnya. Sehingga hampir apapun yang disampaikan mereka akan diterima di pikiran bawah sadarnya sebagai

Kebenaran dan kelak dijalankan dalam kehidupannya.

Contoh : anak yang orang tuanya sering menasehati atau menyampaikan bahwa penting bagi si anak untuk membuktikan dirinya lebih pintar daripada teman-temannya, maka tanpa di sadari si anak akan melekatkan citra dirinya (rasa berarti dan berharganya) kepada suatu syarat yang tertanam di pikiran bawah sadarnya. Yaitu kepintarannya di bidang akademis, dan kemudian hal tersebut menjadi salah satu nilai kehidupannya untuk menunjang citra dirinya.

Contoh lain gabungan dari penanaman value melalui gabungan figur otoritas dan kondisi emosi yang intens terjadi dalam kehidupan masa kecil teman saya. Waktu kecil dia tinggal di Medan dan waktu SD pindah ke Jakarta. Saat menginap di suatu hotel di Jakarta, papanya mengajaknya melihat pemandangan di bawah hotel tersebut dan berkata : ‘Lihat kalau kamu sekolah dan pintar cari uang kamu akan naik mobil seperti orang-orang tersebut. Sebaliknya kalau kamu tidak sekolah dan tidak pandai cari uang maka kamu akan naik gerobak atau dorong gerobak seperti orang itu,

Peristiwa ini sangat membekas dibenaknya, tertanam kuat karena yang menyampaikan adalah papanya yang dia segani dan peristiwa tersebut mengandung emosi cukup intens baginya. Dan setelah dewasa dia mencapai kehidupan yang cukup baik di aspek finansial dan menurunkan value yang sama kepada anak-anaknya.

Namun yang sangat penting untuk disadari adalah bahwa ke 4 hal yang disebutkan di atas tersebut PASTI terjadi melalui peristiwa-peristiwa spesifik yang kita alami dalam kehidupan kita terutama di masa kecil..

Yang dimaksud peristiwa spesifik adalah : ‘kejadian yang terjadi di suatu hari, umumnya berdurasi waktu pendek namun mengandung emosi yang intens (baik positif maupun negatif)’.

Dari beberapa contoh di atas dapat dilihat bahwa pola berulang yang negatif dalam hidup kita disebabkan vibrasi pemikiran dan emosi negatif kita terutama yang terjadi dimasa kecil.

Bagaimana cara membereskan pola berulang ini?

1. Kita harus menyadari apa pola berulang negatif yang terjadi dalam hidup kita (ini bagian yang paling sulit karena umumnya seseorang tidak menyadari bahwa situasi kondisi yang ditakutkan untuk terjadi atau yang tidak nyaman dihadapinya saat ini, kebanyakan adalah pola berulang dari suatu masalah yang pernah dialaminya dimasa lalu.

2. Memahami bahwa peristiwa-peristiwa spesisfik yang terjadi di masa lalu diulang kembali disaat ini karena vibrasi emosi dan pemikiran kita waktu terjadinya (dan umumnya tidak disadari masih divibrasikan saat ini).. Jadi yang harus dibereskan adalah emosi dan pemikiran negatif yang terjadi di peristiwa-peristiwa spesifik di masa lalu kita.

Kebanyakan orang tidak memahami bahwa peristiwa-peristiwa spesifik di masa lalu meskipun diingat saat ini dirasakan tidak mempunyai emosi negatif lagi, tapi kalau diselami dengan kontemplasi atau perenungan yang dalam ternyata masih mengandung emosi dan pemikiran negatif. Ini seperti suatu program yang berjalan di latar belakang tanpa disadari, karena emosi dan pemikiran ini masih mempunyai pengaruh dalam kehidupan kita.

3. Membuat list dari peristiwa-peristiwa negatif yang kita ingat pernah terjadi dalam hidup kita, sebanyak-banyaknya. Walaupun hal tersebut dirasakan tidak penting lagi di saat ini, misal berantem sama kakak atau adik karena sesuatu lalu dimarahi papa atau mama dan kita berpikir bahwa kita diperlakukan tidak adil. Harus ditulis untuk dibereskan.

4. Bereskan peristiwa-peristiwa spesifik yang membentuk trauma dan nilai kehidupan yg berdasar pada trauma dengan teknik EFT atau hubungi saya sebagai terapis yang sudah banyak membantu klien mengatasi pola berulangnya.

Salam

Adrianto D. (Iwan), C.Ht., CET