1D. KASUS KEMARAHAN

Emosi Marah

Sudah lama saya tidak posting lagi, ini kebetulan saya baru sempat, saya jadi ingin cerita tentang klien saya yang memiliki masalah emosi marah. Klien saya ini sudah cukup ada umur, datang dibawa istrinya dengan problem merasa tertekan dan marah. Seringkali kalau emosi sedang keluar, bisa menjadi tidak tertahankan, tubuh terasa sakit dan kejang, sulit tidur dsb. Setelah dilakukan penggalian, ternyata sebabnya adalah adanya kekecewaaan yang selama ini tidak pernah ada tempat untuk curhatnya. semua tekanan hidupnya ditanggung sendiri, tidak ada tempat untuk berbagi. Emosi itu seperti tekanan uap, ketika tidak kita buka tutupnya, maka akan sangat menyesakan dada kita, bahkan bisa terasa naik ke kepala kita. Tentu saja ini membuat hidupnya menjadi sangat tersiksa. Emosi seperti ini sebaiknya dilepaskan dan dinetralkan kembali, dengan teknik-teknik yang ada, bisa dibantu untuk dilepaskan agar hati menjadi lebih lega. Terkadang bahkan dengan dibantu terapipun, emosi yang intens sering membuthkan waktu yang cukup lama untuk bisa dilepaskan secara total, juga tergantung dengan keikhlasan klien sendiri untuk benar-benar melapaskannya.

Demikian sms dari istrinya pada saya setelah satu pertemuan:

Maaf br bls. Iya pak ada perubahan dia sndiriyg bìlang bhw rasa marahnya udh jauh berkurang . Smalam dia teringat lg persoalañya lalu nanya2 sy lg tapi bedanya skr mau dengarkan saya, biasanya kalo sy jawab malah dibentak2 ga nyambung2 krn lbh bnyk emosi. kalo smalam dia nangis sebentar,lalu stelah sy jelaskan dia agak tenang lg  dan dia bisa tidur. Dia jg nanya,nyuruh sy ketempat bapak. Mungkin sy jadwalkan selasa pak? Tks

Pelajaran dari cerita ini adalah bahwa alangkah baiknya jika kita memiliki teman yang bisa menjadi tempat kita berbagi tekanan, walau hanya untuk sementara, namun sedikitnya bisa melegakan. Jangan biarkan tekanan emosi itu menyebabkan tekanan pada fisik kita. Jika ingin dituntaskan, tentu saja bisa meminta pertolongan pada yang mengerti teknik-teknik pelepasan emosi negatif.

 

Disclaimer

*Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Keberhasilan yang satu tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua terapi pasti berhasil 100%, banyak faktor lain yang harus diperhitungkan seperti tingkat sugestibilitas, kepasrahan klien dan ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi.

Mudah Marah Pada Anak Pertama

Ada satu klien dimana klien ini memiliki keluhan mudah sekali marah pada anak pertama.  Pada anak kedua tidak seperti itu.  Dalam proses pencarian akar masalah, ternyata didapatkan bahwa saat melahirkan anak pertama, klien merasa sangat kawatir akan masa depan anaknya  karena baru pertama kali  punya anak, merasa takut tidak bisa menjaga dan membesarkan anaknya dengan baik, ditambah lagi suami yang saat itu tidak mengijinkan untuk menggunakan jasa baby sitter dan dalam kondisi lemah sehabis persalinan. Rupanya rasa ketakutan itu masuk ke pikiran bawah sadarnya dan terus terbawa sehingga si anak sudah cukup besar. Sehingga setiap melihat anak pertamanya, jika anaknya tidak melakukan tugas atau pekerjaan rumahnya dengan baik, maka ketakutan akan masa depan anaknya yang ada di bawah sadarnya memicu kemarahannya. Ini tidak terjadi pada anaknya yang kedua karena pada anak kedua, klien sudah merasa yakin dapat membesarkan dan mendidik anaknya dengan baik.

ini hasil laporan yang diberikan  setelah seminggu kemudian tanpa saya tanya:

Klien: Hi..

Klien: So far aku dah ketemu anakku, aku msh berasa tenang, gak ada beban..

Klien: Walaupun kalo ngajarin dia msh gemez, tapi udah beda rasanya drpd dulu..

Klien: Nanti aku update lagi ya perkembanganku..

Klien: ‎Hªª:D Hªª;) Hªª:p  Hªª=D  Hªª=)) ‎Τhαñk<3yσù(y):)

 

Disclaimer

*Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Keberhasilan yang satu tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua terapi pasti berhasil 100%, banyak faktor lain yang harus diperhitungkan seperti tingkat sugestibilitas, kepasrahan klien dan ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi.

Contoh Pembentuk Watak Keras

Dari proses pencarian akar masalah,  sering sekali ditemukan faktor orang tua yang menjadi penyebab trauma.

Walaupun orang tua tidak secara langsung bertujuan membuat trauma pada anaknya, namun tingkah laku orang tua yang tidak harmonis sangat sering mengakibatkan trauma pada anak.  Tampaknya umumnya pada anak wanita.

Trauma ini dibawa hingga si anak dewasa dan mempengaruhi hidupnya.

Salah satu contoh real adalah trauma akibat orang tua selingkuh dan diketahui oleh anak, dapat membuat watak anak menjadi keras. Mengapa demikian, karena setelah digali dalam alam bawah sadarnya, bawah sadarnya membuat hati si anak menjadi keras. Tujuan bawah sadar selalu baik, walau caranya tidak selalu tepat. Mengapa hati perlu dibuat keras? karena supaya tidak terkena trauma  lagi.

Namun apa efeknya? efeknya si anak hingga dewasa, cenderung berwatak keras dan menjaga jarak dengan rekan-rekannya. Akhirnya sulit mendapatkan pergaulan yang luwes atau sulit bersosialisasi. Ujung-ujungnya mendapat kesulitan dengan rekan kerja, akhirnya karir kerjanya juga  menjadi terhambat.

Jadi para orang tua, jika Anda sekalian benar-benar sayang pada anak anda, jagalah sikap Anda.  Karena sikap Anda dapat mempengaruhi nasib anak anda dan nasib anda sendiri di kemudian hari.

Jika anak anda bermasalah, mungkinkan anak anda bisa membantu anda kelak ketika anda sudah tua? saya rasa tidak. Tapi kalau anak anda sukses, bukankah itu akan menguntungkan anda sendiri sebagai orang tua? Itulah mungkin yang disebut karma.

 

Disclaimer

*Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Keberhasilan yang satu tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua terapi pasti berhasil 100%, banyak faktor lain yang harus diperhitungkan seperti tingkat sugestibilitas, kepasrahan klien dan ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi.