Emosi Marah

Sudah lama saya tidak posting lagi, ini kebetulan saya baru sempat, saya jadi ingin cerita tentang klien saya yang memiliki masalah emosi marah. Klien saya ini sudah cukup ada umur, datang dibawa istrinya dengan problem merasa tertekan dan marah. Seringkali kalau emosi sedang keluar, bisa menjadi tidak tertahankan, tubuh terasa sakit dan kejang, sulit tidur dsb. Setelah dilakukan penggalian, ternyata sebabnya adalah adanya kekecewaaan yang selama ini tidak pernah ada tempat untuk curhatnya. semua tekanan hidupnya ditanggung sendiri, tidak ada tempat untuk berbagi. Emosi itu seperti tekanan uap, ketika tidak kita buka tutupnya, maka akan sangat menyesakan dada kita, bahkan bisa terasa naik ke kepala kita. Tentu saja ini membuat hidupnya menjadi sangat tersiksa. Emosi seperti ini sebaiknya dilepaskan dan dinetralkan kembali, dengan teknik-teknik yang ada, bisa dibantu untuk dilepaskan agar hati menjadi lebih lega. Terkadang bahkan dengan dibantu terapipun, emosi yang intens sering membuthkan waktu yang cukup lama untuk bisa dilepaskan secara total, juga tergantung dengan keikhlasan klien sendiri untuk benar-benar melapaskannya.

Demikian sms dari istrinya pada saya setelah satu pertemuan:

Maaf br bls. Iya pak ada perubahan dia sndiriyg bìlang bhw rasa marahnya udh jauh berkurang . Smalam dia teringat lg persoalañya lalu nanya2 sy lg tapi bedanya skr mau dengarkan saya, biasanya kalo sy jawab malah dibentak2 ga nyambung2 krn lbh bnyk emosi. kalo smalam dia nangis sebentar,lalu stelah sy jelaskan dia agak tenang lg  dan dia bisa tidur. Dia jg nanya,nyuruh sy ketempat bapak. Mungkin sy jadwalkan selasa pak? Tks

Pelajaran dari cerita ini adalah bahwa alangkah baiknya jika kita memiliki teman yang bisa menjadi tempat kita berbagi tekanan, walau hanya untuk sementara, namun sedikitnya bisa melegakan. Jangan biarkan tekanan emosi itu menyebabkan tekanan pada fisik kita. Jika ingin dituntaskan, tentu saja bisa meminta pertolongan pada yang mengerti teknik-teknik pelepasan emosi negatif.

 

Disclaimer

*Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Keberhasilan yang satu tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua terapi pasti berhasil 100%, banyak faktor lain yang harus diperhitungkan seperti tingkat sugestibilitas, kepasrahan klien dan ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi.

Leave a Comment