Pandangan Gereja Katolik Terhadap Hypnotherapy

Dalam sejarah dan perkembangannya,  hipnosis modern telah diterima dan diakui oleh berbagai lembaga terkemuka sbb:

1.   Thn 1955 oleh British Medical Association

2.   Thn 1958 oleh American Medical Association

3.   Thn 1960 oleh American Psychological Association.

Gereja Katolik, pada tahun 1847 pernah mengeluar pernyataan yang mengatakan bahwa “the use of animal magnetism is indeed merely an act of making use of physical media that are otherwise licit and hence it is not morally forbidden, provided that it does not tend toward an illicit end or toward anything depraved” *.

Yang bila diterjemahkan menjadi, “penggunaan magnetisme hewani (cat: sebutan utk hipnosis di jaman Mesmer)  sebenarnya hanyalah suatu tindakan yang menggunakan media fisik yang secara hukum dibenarkan, dan oleh sebab itu secara moral tidak dilarang, dengan catatan penggunaannya tidak ditujukan untuk sesuatu yang melanggar hukum atau melanggar kemoralan”

Paus Pius XII, melalui pernyataan yang dipublikasi di tahun 1956 dan 1957**,  juga dengan sangat hati-hati memberikan persetujuan terhadap penggunaan hipnosis untuk terapi. Sikap gereja Katolik terhadap hipnosis, hingga saat ini, dapat disimpulkan sebagai berikit:

1.   Hipnosis adalah pengetahuan ilmiah yang serius, dan bukan sesuatu yang dilakukan asal-asalan.

2.   Dalam pemanfaatan hipnosis secara ilmiah harus dengan memperhatikan kehati-hatian dan tanggung jawab keilmuan dan kemoralan.

3.   Pemanfaatan hipnosis untuk anestesi mengikuti prinsip yang sama yang berlaku untuk anestesi lainnya.

*Collectanea Sanctae Congregationis de propaganda Fide, No. 1018, editio anni: 1907

**Lihat Venn, “Hypnosis for Christians” Mangan, J.T. (1959), “Hypnosis: A medico-moral evaluation”, Linacre Quanterly, 26,39.

Leave a Comment