Apakah Dalam Hypnosis Pikiran 100% Dikendalikan Oleh Terapis?

Orang mengira bila dihipnosis maka semua rahasia akan terbongkar dan tidak ada privacy lagi, pada kenyataanya kondisi hypnosis adalah kondisi dimana kita masih sadar akan siapa diri kita. sehingga dalam kenyataan prakteknya walaupun dalam kondisi deep trance. Klien masih memiliki kesadaran dan kebebasan apakah dia mau menjelaskan pada terapis kejadian yang menyebabkan trauma atau tidak.

Hal ini telah saya alami sendiri pada apa yang terjadi pada klien-klien saya maupun pengalaman dari teman-teman terapis lainnya. Terkadang klien masih menyembunyikan hal yang sebenernya merupakan trauma penyebab masalah yang sekarang timbul, mungkin karena klien malu atau takut membayangkan kembali kejadian yang traumatis tersebut. Hal ini tentu saja menjadi hak klien, namun juga menjadi konsekwensi bahwa kesembuhan klien otomatis menjadi tertunda atau bisa dibilang tidak tuntas. Namun dalam hal ini, terapis tidak bisa melakukan apa-apa. Semuanya tergantung dari si klien sendiri.

Bahkan dalam kondisi deep trance, misalnya seseorang yang taat beragama, tidak akan mau bila diminta membayangkan hal-hal yang bertentangan dengan keyakinan agamanya.

Jadi dalam kondisi deep trance, pikiran klien masih memiliki kebebasan untuk memilih dan memutuskan apakah mau mengikuti permintaan dari terapis atau tidak. Itulah salah satu sebab metoda ini disebut Clien Centered Hypnoterapi.

Share
This entry was posted in 1. Pertanyaan dan Informasi seputar Hypnotherapy. Bookmark the permalink.

Leave a Reply