Apakah Kalau Dihypnosis Semua Rahasia Otomatis Terbongkar?

Pada saat saya mencari akar masalah, tidak seperti yang mungkin dilakukan dalam konseling-konseling dalam level pikiran sadar. Dimana konseling yang dilakukan dalam level pikiran sadar mungkin harus tau semua kejadian yang dianggap rahasia untuk kemudian dianalisa kira-kira mana yang membuat masalah pada si klien.

Disclaimer

Hasil hipnoterapi bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Keberhasilan yang satu tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua terapi pasti berhasil 100%, banyak faktor lain yang harus diperhitungkan seperti tingkat sugestibilitas, kepasrahan klien dan ketepatan klien dalam menjalani prosedur terapi.

Namun dengan cara hypnoterapy, saya tidak perlu tanya berbagai macam masalah yang dialami klien, saya hanya perlu tau apa masalahnya (misalnya masalah saya adalah kegemukan, saya suka marah-marah, saya suka sakit kepala dst..) tanpa saya perlu tahu kejadian-kejadian apa yang terjadi pada kehidupan klien sehari-hari yang dianggap “rahasia” yang menyebabkan masalah-masalah itu.

Nanti setelah masuk dalam kondisi hypnosis, saya tinggal mencari akarmasalah dari masalah yang timbul, dan nanti bawah sadar akan memperlihatkan penyebabnya, akan langsung loncat ke masa awal masalah itu timbul. Jadi saya tidak perlu mengorek semua kejadian yang ada. Langsung ke satu kejadian spesifik yang menyebabkan masalah itu timbul. Jadi masalah iklien tidak perlu menjelaskan melebar kemana-mana. Dan kalaupun klien tidak mau mengutarakan, itu bisa kok dalam kondisi hypnosis klien memutuskan untuk tidak mau menjelaskan ke terapis, hanya saja konswkensinya terapinya mungkin jadi tidak tuntas.

Kebanyakan analisa pikiran sadar terhadap suatu penyebab masalah tidak tepat. Bukan itu penyebabnya. Kebanyakan klien sering heran dengan akar masalah yang ternyata seringkali sama sekali tidak terpikir bahwa itu adalah penyebabnya. Di kalangan terapis sudah punya mindset kalau si klien mencoba menjelaskan analisa dia mengenai penyebab masalah, kita hanya manggut-manggut sambil mencatat, padahal sebenernya dalam hati kita, paling-paling entar bawah sadarmu memperlihatkan hal yang berbeda dengan yang kamu jelasin. Tapi kadang ada juga sih yang sama, walaupun kayaknya kok jarang sekali.

Jadi misalnya, ada orang yang selalu takut-takut kalau berbicara di depan umum, saya bisa aja tidak perlu tau kejadian-kejadian memalukan apa yang pernah terjadi dengan klien, asal saya tau problemnya adalah takut berbicara di depan umum saja biasanya sudah cukup. Saya akan langsung bawa orang ke dalam kondisi hypnosis, dan biasanya akan langsung loncat pada kejadian pertama kali penyebab masalah itu timbul. Misalnya ternyata dulu pernah ditakut-takutin keluarganya kalau entar salah bicara akan bikin malu keluarga (hanya contoh) dan karena kejadian itu terjadi pada masa kecil, maka membuat trauma yang membekas. (Kebanyakan akar masalah ada di masa kecil dimana bawah sadar masih sangat mudah dipengaruhi)

Saya sendiri juga tidak perlu mengetahui terlalu detail apa masalahnya, saya hanya perlu mengetahui titik mana yang menyebabkan trauma terjadi. Karena saya sendiri juga tidak ingin terlibat dalam masalah klien. Ngurus masalah sendiri aja sudah pusing, ngapain ikut-ikutan terlibat dalam masalah klien, begitu kira-kira. Dan kalau terapis sudah terlibat dalam masalah klien, apalagi secara emosional, bisa jadi hasil terapinya akan kurang maksimal.

Dan dalam profesi ini juga ada kode etik untuk tidak boleh membuka masalah klien, jadi buat saya, semakin saya tidak tau masalah klien, semakin ringan beban mental saya. Jadi saya sesudah terapi juga tidak mau mengingat-ingat lagi masalah-masalah si klien.

Semoga menjadi lebih jelas.

Share
This entry was posted in 2. Pertanyaan dan Informasi seputar Hypnotherapy. Bookmark the permalink.

Leave a Reply