Archive

Archive for December, 2008

Apakah dengan Hypnotherapy dijamin pasti sembuh?

Mungkin pertanyaan ini akan timbul pada calon-calon klien.  Juga timbul saat saya dulu belum mempelajari hypnotherapy :)

Sebetulnya jawabannya udah obvious. yaitu jawabannya: BELUM TENTU

Kenapa? karena kita bukan Tuhan :) selain itu juga terkadang ada hambatan faktor lain yang mempersulit proses terapi. yaitu misalnya, klien yang sedang minum obat penenang biasanya lebih sulit diterapi.  Walau tetap ada yang bisa.  Atau klien yang baru saja mengkonsumsi narkotik.

Tidak ada orang atau dokter yang sangat hebat sekalipun yang bisa menjamin bisa 100% menyembuhkan semua pasiennya. Apakah kalau kita sudah membayar ratusan juta untuk operasi dengan alat-alat yang paling canggih juga meminum obat yang paling mahal dijamin pasti sembuh? jawabannya Anda tentunya sudah tau sendiri bukan :)

Sama seperti dokter medis pada umumnya, terapi klien adalah suatu kontrak upaya, bukan kontrak hasil.  Yang bisa kami janjikan adalah persentase keberhasilan yang sangat tinggi. Bukan jaminan 100%.

Apakah Dalam Hypnosis Pikiran 100% Dikendalikan Oleh Terapis?

Orang mengira bila dihipnosis maka semua rahasia akan terbongkar dan tidak ada privacy lagi, pada kenyataanya kondisi hypnosis adalah kondisi dimana kita masih sadar akan siapa diri kita. sehingga dalam kenyataan prakteknya walaupun dalam kondisi deep trance. Klien masih memiliki kesadaran dan kebebasan apakah dia mau menjelaskan pada terapis kejadian yang menyebabkan trauma atau tidak.

Hal ini telah saya alami sendiri pada apa yang terjadi pada klien-klien saya maupun pengalaman dari teman-teman terapis lainnya. Terkadang klien masih menyembunyikan hal yang sebenernya merupakan trauma penyebab masalah yang sekarang timbul, mungkin karena klien malu atau takut membayangkan kembali kejadian yang traumatis tersebut. Hal ini tentu saja menjadi hak klien, namun juga menjadi konsekwensi bahwa kesembuhan klien otomatis menjadi tertunda atau bisa dibilang tidak tuntas. Namun dalam hal ini, terapis tidak bisa melakukan apa-apa. Semuanya tergantung dari si klien sendiri.

Bahkan dalam kondisi deep trance, misalnya seseorang yang taat beragama, tidak akan mau bila diminta membayangkan hal-hal yang bertentangan dengan keyakinan agamanya.

Jadi dalam kondisi deep trance, pikiran klien masih memiliki kebebasan untuk memilih dan memutuskan apakah mau mengikuti permintaan dari terapis atau tidak. Itulah salah satu sebab metoda ini disebut Clien Centered Hypnoterapi.

Apakah Kalau Dihypnosis Semua Rahasia Otomatis Terbongkar?

Pada saat saya mencari akar masalah, tidak seperti yang mungkin dilakukan dalam konseling-konseling dalam level pikiran sadar. Dimana konseling yang dilakukan dalam level pikiran sadar mungkin harus tau semua kejadian yang dianggap rahasia untuk kemudian dianalisa kira-kira mana yang membuat masalah pada si klien.

Namun dengan cara hypnoterapy, saya tidak perlu tanya berbagai macam masalah yang dialami klien, saya hanya perlu tau apa masalahnya (misalnya masalah saya adalah kegemukan, saya suka marah-marah, saya suka sakit kepala dst..) tanpa saya perlu tahu kejadian-kejadian apa yang terjadi pada kehidupan klien sehari-hari yang dianggap “rahasia” yang menyebabkan masalah-masalah itu.

Nanti setelah masuk dalam kondisi hypnosis, saya tinggal mencari akar masalah dari masalah yang timbul, dan nanti bawah sadar akan memperlihatkan penyebabnya, akan langsung loncat ke masa awal masalah itu timbul. Jadi saya tidak perlu mengorek semua kejadian yang ada. Langsung ke satu kejadian spesifik yang menyebabkan masalah itu timbul. Jadi masalah iklien tidak perlu menjelaskan melebar kemana-mana. Dan kalaupun klien tidak mau mengutarakan, itu bisa kok dalam kondisi hypnosis klien memutuskan untuk tidak mau menjelaskan ke terapis, hanya saja konswkensinya terapinya mungkin jadi tidak tuntas.

Kebanyakan analisa pikiran sadar terhadap suatu penyebab masalah tidak tepat. Bukan itu penyebabnya. Kebanyakan klien sering heran dengan akar masalah yang ternyata seringkali sama sekali tidak terpikir bahwa itu adalah penyebabnya. Di kalangan terapis sudah punya mindset kalau si klien mencoba menjelaskan analisa dia mengenai penyebab masalah, kita hanya manggut-manggut sambil mencatat, padahal sebenernya dalam hati kita, paling-paling entar bawah sadarmu memperlihatkan hal yang berbeda dengan yang kamu jelasin. Tapi kadang ada juga sih yang sama, walaupun kayaknya kok jarang sekali.

Jadi misalnya, ada orang yang selalu takut-takut kalau berbicara di depan umum, saya bisa aja tidak perlu tau kejadian-kejadian memalukan apa yang pernah terjadi dengan klien, asal saya tau problemnya adalah takut berbicara di depan umum saja biasanya sudah cukup. Saya akan langsung bawa orang ke dalam kondisi hypnosis, dan biasanya akan langsung loncat pada kejadian pertama kali penyebab masalah itu timbul. Misalnya ternyata dulu pernah ditakut-takutin keluarganya kalau entar salah bicara akan bikin malu keluarga (hanya contoh) dan karena kejadian itu terjadi pada masa kecil, maka membuat trauma yang membekas. (Kebanyakan akar masalah ada di masa kecil dimana bawah sadar masih sangat mudah dipengaruhi)

Saya sendiri juga tidak perlu mengetahui terlalu detail apa masalahnya, saya hanya perlu mengetahui titik mana yang menyebabkan trauma terjadi. Karena saya sendiri juga tidak ingin terlibat dalam masalah klien. Ngurus masalah sendiri aja sudah pusing, ngapain ikut-ikutan terlibat dalam masalah klien, begitu kira-kira. Dan kalau terapis sudah terlibat dalam masalah klien, apalagi secara emosional, bisa jadi hasil terapinya akan kurang maksimal.

Dan dalam profesi ini juga ada kode etik untuk tidak boleh membuka masalah klien, jadi buat saya, semakin saya tidak tau masalah klien, semakin ringan beban mental saya. Jadi saya sesudah terapi juga tidak mau mengingat-ingat lagi masalah-masalah si klien.

Semoga menjadi lebih jelas.

Bagaimana Rasanya Masuk Dalam Kondisi Hypnosis?

Kondisi terapi adalah kondisi saat orang sudah hampir tidur namun masih sadar, jadi tepat pada ambang sebelum tidur. Saat itu pikiran sadar sudah sangat rileks namun masih sadar dan harus masih bisa mendengar suara terapis. Kalau kebablasan, klien bisa masuk ke dalam kondisi tidur dimana terapis harus sedikit membangunkan klien agar tetap bisa mendengar instruksi dari terapis.

Ketika orang masuk dalam kondisi terapi yang dalam, badan terasa sangat rileks. Sangat rileks sehingga tubuh serasa sangat berat dan menempel pada kursi atau kasur (kalau tiduran di kasur). Kepala seperti terasa menancap di sandarannya, setelah dibangunkan kadang klien merasa otot-ototnya sangat lemas sehingga berat untuk digerakan. Setelah beberapa saat baru mulai bisa bangun karena terjadi rileksasi yang sangat pada seluruh otot-otot tubuh. Kondisi rileksasi yang dalam ini juga baik untuk memberikan istirahat yang dalam pada otot-otot kita.

Pikiran sangat nyaman dan damai. Bahkan beberapa orang masuk sangat dalam sehingga mendapatkan kedamaian yang sangat menyenangkan sampai ketika sudah selesai tidak mau dibangunkan, harus diancam dulu bahwa waktu sudah habis, kalau mau terus dalam kondisi terapi kita persilahkan, namun argo jalan terus. He…he…he… saat itu baru klien yang merasa sangat keenakan itu mulai menghitung bawa uang berapa dan mikir mau terus apa nambah dan biasanya sih memutuskan untuk bangun.

Jadi kondisi terapi selain sangat rileks juga sebenarnya masih sadar. Berbeda dengan orang yang tertidur atau dibius yang notabene tidak ingat dan tidak bisa mendengar apa-apa.

Hypnotherapy Efektif untuk Menemukan Sumber Stress atau Akar Sifat Buruk

Berdasarkan pengalaman terapi yang saya lakukan sendiri ataupun pengalaman dari teman-teman terapis lainnya kebanyakan klien salah mengidentifikasi sebab dari stress ataupun sifat buruk yang dimiliki. Karena sumber stress ataupun sifat buruk/penyakit sudah dimulai ketika terjadi trauma dengan skala kecil, kita para terapis menyebutnya sebagai ISE (Initial Sensitizing Event), kemudiah trauma itu semakin diperkuat dengan kejadian-kejadian berikutnya yang mirip dengan kejadian pertama, sehingga benar-benar paling terasa adalah pada kejadian terakhir. Klien biasanya mengira kejadian terakhir yang paling dirasakan yang merupakan sebab masalah, namun ketika dirunut dalam alam bawah sadar, yang muncul seringkali atau kebanyakan adalah kejadian-kejadian yang sama sekali tidak dikira sebagai penyebab.

Salah satu contoh dari klien saya adalah orang yang mudah sekali takut pada orang, selalu takut dimarahin sehingga tidak berani bertanya ataupun melangkah. Ketika masuk dalam alam bawah sadar, baru terlihat bahwa penyebab kejadiannya adalah ketika masih kecil ketika ayahnya marah karena suatu hal saking marahnya sampai si ayah hendak memukul si anak dengan benda keras. Nah disitu perasaan takutnya telah menancap di alam bawah sadar, dan secara tidak sadar sampai dewasa terus terbawa, sehingga ketika menghadapi orang lain, perasaan itulah yang selalu mucul.

Oleh sebab itu salah satu kelebihan terapi bawah sadar adalah kemampuannya untuk mengenali akar masalah, sehingga penyembuhan akan lebih mudah dan lebih singkat karena masalah ditangani ketika masih kecil/baru muncul dan lebih tuntas karena memang akar masalahnya yang kita tangani. Sehingga masalah kepribadian yang kelihatannya sulit pun seringkali bisa tuntas hanya dengan sekali atau dua kali terapi.

Setiap Hari Sebenarnya Kita Dihypnosis

Orang kebanyakan berpikir bahwa kalau dihipnosis itu harus dalam kondisi diterapi, tapi sebetulnya tidak seperti itu. Tanpa sadar sebenarnya kita selalu dihipnosis oleh lingkungan kita.

Misalnya pada saat kita sedang nonton TV, iklan selalu ditayangkan berulang-ulang, sampai akhirnya tanpa sadar iklan itu masuk dalam bawah sadar kita dan menjadi program otomatis di pikiran sadar kita. Coba aja test ke diri sendiri dan teman sekitar, kalau mau beli cola merk apa? Kalau mau beli hp merk apa? Mau beli pembalut wanita merk apa? Mau beli air mineral merk apa? merk Mie apa yang paling anda ingat? Jawabannya pasti kurang lebih sama. Ini adalah salah satu bentuk self hypnosis yang tidak disadari.

Mengapa bisa begitu, karena salah satu cara untuk bisa masuk dalam bawah sadar seseorang itu adalah dengan melalui repetisi dan paling efektif jika dilakukan dalam kondisi trance atau kondisi hipnosis.

Jadi apa yang bisa kita petik manfaatnya bagi kita sebagai manusia? Selalu lah mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang baik dan berguna. Terutama untuk anak kecil dimana anak kecil itu sebenarnya bawah sadarnya masih sangat terbuka, itulah sebabnya anak kecil bisa memiliki teman imaginasi. Karena salah satu ciri kondisi orang dalam keadaan trance adalah positive halusinasi. Pada saat deep trance, bawah sadar seseorang bisa dengan mudah dipengaruhi. Anak kecil sering sekali keluar masuk kondisi trance tanpa dia sadari. Jika pada saat kondisi trance kita masukan suatu sugesti yang negatif, misalnya “kamu memang anak bodoh dan nakal”. Jadilah dia seperti apa anda ucapkan karena ingatan yang paling kuat di bawah sadar dia adalah “bodoh dan nakal” sehingga kalau ditanya kamu anak yang apa? Jawaban refleksnya adalah: bodoh dan nakal dan seterusnya anak ini akan jadi anak yang bodoh dan nakal sampai ada orang yang bisa mencabut program negatif itu dari bawah sadarnya dan mengisinya dengan hal yang lebih positif. Orang bilang ini mirip kutuk. Mungkin saja benar, kutuk yang tidak disadari.

Jadi hati-hatilah anda mencerna informasi negatif ataupun dalam memberikan informasi negatif ke anak Anda. Gunakanlah kata-kata positif, itu lebih aman. Daripada berkata “kamu jangan nakal”, kenapa tidak kita ubah menjadi “jadilah anak yang baik”.

Apa Kelebihan Hypnotherapy?

Bagi yang belum mengerti terapi bawah sadar mungkin pertanyaan ini banyak timbul, saya sendiri juga pada awalnya begitu, namun setelah semakin mendalami, semakin saya mengerti bahwa ini adalah cara yang sangat cepat untuk dapat melakukan perubahan mental dan “beberapa” masalah fisik.

Untuk masalah mental, cara ini sangat efektif karena melalui bawah sadar, kita melakukan perubahan pada “dasar dari gunung es”. Mungkin Anda sendiri pernah berusaha mencoba menasehati anak atau teman atau pasangan Anda untuk tidak melakukan hal-hal yang dianggap buruk. Mungkin mereka sendiri juga ingin berubah tapi entah kenapa semua hal yang telah dilakukan, mungkin dengan banyak membaca motivasi-motivasi atau mendengarkan nasehat dari orang lain tetap sulit untuk mengubah sikap seseorang. Itu karena kita hanya bermain di level pikiran sadar, dimana pikiran sadar itu ibarat ujung dari gunung esnya saja. Dengan terapi bawah sadar kita langsung menjangkau pikiran bawah sadar yang mendasari perilaku seseorang, sehingga efeknya bisa cukup cepat bisa dirasakan. Sebagai contoh ada kasus klien yang depresi karena merasa bersalah telah melakukan beberapa kali aborsi dalam hidupnya, dalam satu sesi langsung hilang depresinya dan keluar dari ruang praktek hati terasa sangat lega dan tidak suka menangis lagi. Karena bagaimanapun masa lalu sudah terjadi, lebih baik kita melakukan perbaikan demi masa depan.

Untuk masalah fisik, sebenernya ada dua kemungkinan hal yang bisa dijelaskan yaitu bahwa bawah sadar mengontrol sebagian dari organ dalam dari tubuh, misalnya detak jantung, sistem pencernaan dll yang tidak bisa dilakukan oleh pikiran sadar. Dengan demikian, melalu bawah sadar seseorang, kita bisa “dalam batas tertentu” melakukan beberapa pengaturan. Atau kemungkinan kedua, memang bawah sadar kita memiliki persepsi yang salah terhadap suatu rangsangan fisik. Sebagai contoh seperti yang saya lakukan pada klien saya yang lambungnya sangat sensistiv terhadap cabe. Setiap makan cabe pasti diare sehingga boleh dibilang selama ini tidak pernah makan cabe. Setelah saya lakukan sedikit pengaturan, langsung klien saya ini bisa makan-makanan menado yang pedasnya bukan main, malah sekarang menjadi suka makan cabe.

Apakah Hanya Masalah Berat yang Perlu Hypnotherapy?

Dari pengamatan saya terhadap klien-klien saya sendiri mapun dari sharing bersama teman-teman terapis lainnya, saya melihat bahwa sebenernya masalah yang berat itu seringkali tidak hanya disebabkan oleh trauma yang berat.

Seringkali masalah-masalah kecil yang dibiarkan berlarut-larut pun ternyata membawa akibat yang buruk. Misalnya kadang klien datang hanya dengan masalah soal malas belajar, malas bekerja, maunya nonton video terus. Saya pikir mustinya ini masalah kecil, sesuatu kelemahan yang memang biasa terdapat pada manusia. Tapi ternyata masalah-masalah kecil ini bisa mengganggu untuk bisa mendapatkan kehidupan yang ideal bila dibiarkan.

Misalnya malas mencari prospek untuk agen asuransi, efeknya ya udah jelas karirnya mandeg disitu-situ aja, ternyata dengan dibiarkan akhirnya membuat dia mungkin jadi stress karena jadinya penghasilan tidak bisa mencukupi.

Takut bicara di depan umum, takut ketinggian ternyata ini sangat menjadi problem ketika seseorang akan dipromosikan jabatan yang menuntut untuk bicara di depan umum atau sering traveling ke luar negeri.

Dan dari hasil terapi ternyata memang hal-hal kecil itu ternyata memang memiliki sumber pengganggu dari pikiran yang terkadang sulit untuk dihandle oleh diri sendiri. Bagi yang sudah mengerti soal hypnoterapy, kita menyebutnya ada part atau bagian dari diri klien yang memang tidak mau si klien melakukan hal yang sebenernya diinginkan oleh pikiran sadar si klien. Part ini selalu mensabotase usaha sadar si klien.

Misalnya ketika klien ingin menabung/berhemat, part yang mensabotase ini akan terus memunculkan alasan-alasan mengapa si klien harus membeli barang ini atau barang itu. ketika jalan-jalan ke mall, selalu timbul pikiran saya butuh barang ini saya butuh barang itu. sehingga akhirnya pikiran sadar si klien ini selalu dipenuhi berbagai macam ide yang semuanya bersifat spending sampai akhirnya mungkin kalau ekstrem bisa sampai dikejar-kejar debt collector kartu kredit.

Hypnotherapy Bukanlah Sekedar Diberikan Sugesti

Beberapa info yang beredar di luar menyebutkan bahwa hypnoterapy caranya mudah, yaitu hanya dengan memberikan sugesti-sugesti positif pada kondisi hypnosis. Apakah cara ini bisa berhasil?

Jawabnya: bisa iya dan bisa tidak.

Kenapa begitu? Dari pengalaman yang saya lakukan, bisa berhasil kalau ternyata masalahnya ringan atau tidak terdapat trauma. Kalau ada trauma, sudah jelas tidak bisa. Truma itu harus dibereskan terlebih dahulu.

Dalam proses hypnoterapy yang saya lakukan, pemberian sugesti positif biasanya saya lakukan di akhir untuk penguatan saja setelah trauma saya buang.

Dan saya juga tidak memberikan sugest negatif seperti, mulai sekarang bila anda mencium bau rokok maka Anda akan mual… kenapa saya hindari? Karena bila benar-benar mual, sewaktu ada berada di kalangan perokok Anda akan benar-benar mual, kalau sampai muntah bagaimana coba? 

Semua Orang Sebenarnya Telah Menghypnosis Orang Lain

Pendapat saya ini saya dapatkan dari pengamatan pada klien, karena menurut definsi terapi bawah sadar yang saya pakai, adalah terbypassnya critical factor/pikiran sadar sehingga bisa mempengaruhi pikiran bawah sadar. Bila pikiran bawah sadar bisa dipengaruhi, maka sebenarnya sudah terjadi proses terapi.

Nah mengapa saya mengatakan kita semua bisa menterapi? Karena dari pengamatan saya, klien-klien saya memiliki masalah dimana akar masalahnya adalah bawah sadar mereka terpengaruh oleh hal yang “tidak baik” di masa sebelumnya, dalam bentuk trauma yang bisa disebabkan oleh orang tua, teman, guru ataupun orang-orang lain di lingkungan sekitar kita. Nah jika trauma itu menyebabkan perubahan perilaku, sebetulnya itu sudah suatu proses terapi, hanya sayangnya yang terjadi kadang adalah perubahan secara “negatif” dan para “penterapi” itu tidak menyadari apa yang mereka lakukan telah menyebabkan perubahan negatif pada bawah sadar yang pada ujungnya menyebabkan perubahan perilaku. Jadi mereka melakukannya dengan tidak sengaja.

Lalu apa bedanya dengan terapis? Seorang terapis mampu dengan sengaja untuk mengedukasi ulang bawah sadar seorang klien, tentunya atas persetujuan klien, dengan cepat dan efektif dan mampu meng-uninstall bekas pengaruh negatif yang telah dilakukan orang lain baik dengan sengaja maupun tidak.

Belaja dari pengalaman ini, kita perlu berhati-hati dengan apa yang kita lakukan, jangan sampai kita secara tidak sengaja telah “menterapi” seseorang khususnya anak-anak kita untuk hal-hal yang negatif. Bagaimana caranya? selalu berkata-kata dan bertindak secara positif. Gunakan selalu kata-kata positif. Karena bawah sadar kita agak sulit untuk mencerna kata negasi contohnya “jangan nakal”, yang teringat cenderung kata “nakal”nya.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes